PUISI

“SESAK KATA”
Dalam diriku mengalir sungai panjang, darah namanya
Dalam diriku menggenang telaga darah, sukma namanya
Dalam diriku meriak gelombang-gelombang sukma, hidup namanya
Dan karena hidup itu indah,
Aku menangis…


Ketika pemain saja
Menertawakan retaknya jiwa
Tentang awan yang sangat sepat
Tentang rasa yang kian pekat
Mengaduk rata dengan cerita
Berpadukan angin yang menghembuskan luka
Menjejalkan sendu di waktu jingga


Semesta!!! Dimana jiwaku ?
Melayang tanpa arah, menjauh tanpa titik
Berlari tanpa kembali, Sembunyi bagaikan bangkai
Seruan nada melampiaskan rindu
Pada jarak yang kian menjauh
Tak menyisakan titik temu.

 
By : Nur Fitri Ramadani
(Ig : @nurfitri_r4 E-mail:nurfitrirmd7@gmail.com