KESENJANGAN EKONOMI SEBAGAI PENGHAMBAT PERTUMBUHAN PEREKONOMIAN SULAWESI SELATAN

Oleh : Fitriyani

Pengurus GenBI UNM Periode 2020

Essai Ruang Karya GenBI UNM

Globalisasi

GENBIUNM.COM – Indonesia adalah Negara dengan sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Namun, sama halnya dengan Negara berkembang lainnya Indonesia masih memiliki segumpal masalah yang menjadi penghambat kemajuan Negara ini. Masalah – masalah tersebut dapat dikaji berdasarkan daerah – daerah kecil. Salah satunya daerah yang terkenal dengan kemajuan pariwisatanya, yaitu Sulawesi Selatan. Namun, dibalik kemajuan sektor pariwisatanya, Sulawesi Selatan termasuk provinsi dengan tingkat kesenjangan ekonomi tinggi di Indonesia bedasarkan berita TEMPO. Pada tahun 2011, peneliti Dana Moneter Internasional menunjukkan bahwa kesetaraan pendapatan yang lebih besar—berkurangnya kesenjangan—meningkatkan durasi pertumbuhan ekonomi sebuah negara dengan lebih cepat dibandingkan perdagangan bebas, korupsi pemerintah rendah, investasi asing, atau utang luar negeri rendah. Hal ini nyatanya makin berkembang dan menjadi masalah utama perekonomian di Sulawesi Selatan itu sendiri. Berdasarkan dampak yang timbul dari kesenjangan ekonomi di Sulawesi Selatan. Terlihat dengan sangat jelas sekali perbedaan diantara gambar-gambar di atas. Fasilitas mewah yang dimiliki negara ataupun orang-orang mampu yang tentu saja sangat berbanding terbalik dengan keadaan masyarakat yang kurang mampu atau bahkan masyarakat yang tidak mampu. Di saat pinggiran kota harus bergelap- gelapan karena tidak ada aliran listrik di kota besar bergelimang cahaya, lampu berkelap-kelip di setiap sudut kota. Di saat penduduk miskin harus membangun rumah seadanya dan bahkan tidak layak huni di pinggiran kali, perumahan-perumahan dan kantor mewah sedang berlomba- lomba dibangun.

Kesenjangan ini berkaitan dengan strategi pembangunan Indonesia yang bertumpu pada aspek pertumbuhan ekonomi sejak masa orde baru. Sasaran pembangunan diarahkan untuk pencapaian pertumbuhan ekonomi tinggi,namun tidak memperhatikan pemerataan pembangunan ekonomi di seluruhwilayah Indonesia. Walaupun aspek pemerataan sempat mendapatkan perhatian ketika urutan prioritas trilogi pembangunan diubah dari pertumbuhan, pemerataan, dan stabilitas pada Pelita II (1974-1979) menjadi pemerataaan, pertumbuhan, dan stabilitas dari pada Pelita III (1979-1984), namun inti tumpuan pembangunan Indonesia tetap saja pertumbuhan (growth bukan equity). Dalam praktiknya, pemerintah hanya menetapkan target tingkat pertumbuhan yang hendak dicapai, namun tidak menetapkan target mengenai tingkat kemerataan. (Dumairy, 1996). Tidak teratasinya masalah tersebut menjadi salah satu faktor penghambat perekonomian daerah dan berpengaruh terhadap aspek – aspek kehidupan lainnya. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus tidak hanya dari pemerintah namun dari setiap anggota masyarakat yang diharuskan untuk sadar dengan lingkungan ekonominya. Kinerja pemerintah yang cepat dan tepat sangat diperlukan. Dan dengan bantuan rakyat bersama-sama memberantas kemiskinan untuk mencapai kesejahteraan sosial.

Permasalahan Utama Perekonomian Sulawesi Selatan Dewasa ini.

Salah satu permasalahan di negri ini adalah kesejahteraan yang tidak merata. Capaian pertumbuhan ekonomi beberapa tahun terkahir hanya dirasakan kalangan atas. Sebaliknya, permasalahan perekonomian di negri ini dirasakan oleh rakyat – rakyat kecil. Hal yang sama yang terjadi di Sulawesi Selatan ini. Didukung dengan data jumlah penduduk miskin pada Maret 2020 mencapai 776.830 jiwa meningkat 17.250 jiwa menambah kemungkinan terjadinya kesenjangan ekonomi.

Kesenjangan ekonomi merupakan permasalahan yang akan terus berkembang jika tidak diatasi. Kesenjangan ekonomi juga berakibat berkepanjangan karena kesenjangan pendapatan dan pemusatan kekayaan mampu menghambat pertumbuhan jangka panjang. Jika hal ini tidak segera diatasi akan berpengaruh ke aspek kehidupan lainnya.

Kondisi Sulawesi Selatan saat ini dapat dibilang tenang dan tidak terlihat kemungkinan akan ada terjadinya masalah sosial. Tapi budaya Sulsel yang masih tertanam berupa tidak sabaran memberikan efek kurang baik ditengah – tengah kesenjangan ekonomi yang belum muncul ke permukaan. Namun, seiring berkembangnya kesenjangan ekonomi tersebut tanpa ada solusi yang terealisasikan, lama – lama akan menumpuk dan menimbulkan masalah baru yang dapat menghambat perkembangan perekonomian Sulawesi Selatan.

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

On Key

Related Posts

Ingat! Ngak Boleh ‘Main Saham’, Bahaya!

Oleh : A. Syahida Ulhaq Pasryb Pengurus GenBI UNM Periode 2020 Essai Ruang Karya GenBI UNM Globalisasi GENBIUNM.COM – Judi, riba, ngak halal, ‘main saham’ itu dosa! Pokoknya ngak boleh!